Tanya:

Dok, suami saya sering mengkonsumsi obat bodrex, sehari bisa 10 butir dan sekali minum 2 butir. Karna suami saya sering ngelas besi, dan obatnya hanya bodrex. Kalau gak minum bodrex mata bisa merah, bengkak dan nangis terus. Tapi setelah mengkonsumsi dalam waktu lama. Sekarang badan gemetaran terus. Pegang gelas pun gemetaran. Jongkok pun gemetaran. Kenapa ya dok? Apa ini berbahaya? Dan harus bagaimana? Terima kasih dok.

FN

Jawab:

Halo FN. Obat yang dikonsumsi oleh suami Anda mengandung paracetamol dan caffein. Dimana obat ini berfungsi sebagai antipiretik (pereda demam) dan analgetik (pereda nyeri). Pengkonsumsian obat ini seharusnya sesuai dengan anjuran dan bila memang sakit. Konsumsi obat yang sembarangan bisa menimbulkan keracunan dan overdosis obat. Efek akibat keracunan paracetamol bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya, tergantung kondisi kesehatan masing-masing. Berikut adalah tanda-tanda overdosis atau keracunan paracetamol yang sering terjadi:

  • Muntah
  • Mual
  • Berkeringat
  • Lesu
  • Kehilangan nafsu makan
  • Diare

Gejala-gejala tersebut muncul 24 jam setelah overdosis. Tetapi keracunan juga bisa terjadi setelah 24 jam atau disebut juga dengan gejala kronik. Reaksi paracetamol dengan tubuh terjadi secara bertahap. Jika keracunan tidak terlalu banyak, biasanya seseorang hanya mengalami gejala-gejala tersebut di atas. Namun, bila gejala semakin parah dan berlanjut ke tahap berikutnya, hal ini menjadi pertanda adanya kerusakan hati.

Gejala-gejala yang mungkin terjadi pada tahap ini adalah:

  • Penyakit kuning
  • Pendarahan
  • Gemetaran
  • Sesak nafas
  • Buang air kecil jadi berkurang
  • Gagal ginjal akut
  • Nyeri pada perut bagian kanan atas

Sebaiknya, segera periksakan diri ke dokter untuk segera mendapatkan penanganan sebelum gejala semakin memburuk. Hindari penggunaan paracetamol atau obat pereda nyeri lainnya. Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi obat apapun.

Semoga bermanfaat.

 

 

Dijawab oleh: dr. Eni Yulvia Susilayanti.

Sumber: Alodokter.