Tentang Lodia Tablet

  • Diproduksi oleh: Sanbe Farma.
  • Komposisi: Tiap tablet mengandung loperamide hcl 2 mg.
  • Indikasi/kegunaan: Untuk mengatasi diare non spesifik akut dan kronik.
  • Dosis dewasa/cara penggunaan:
    > Untuk diare non spesifik akut, dosis awal 2 tablet, dan diberikan lagi 1 tablet setiap kali BAB. Maksimal 8 tablet dalam sehari.
    > Diare kronik 2 – 4 tablet per hari, yang dibagi ke dalam beberapa jadwal konsumsi. Maksimal 8 tablet per hari.

    Hentikan penggunaan Lodia pada kasus diare akut jika kondisi tidak membaik dalam 48 jam. Pada kasus diare kronik, hentikan konsumsi Lodia jika kondisi tidak membaik hingga 10 hari.

  • Pemberian obat: Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.
  • Kontra indikasi:
    > Pada anak-anak dibawah usia 12 tahun, wanita hamil dan menyusui.
    > Pada penderita kolitis akut karena dapat menyebabkan toksik megakolon.
    > Pada keadaan dimana konstipasi harus dihindari dan pada penderita yang hipersensitif terhadap loperamide.

  • Efek samping:
    Umum:
    > Kembung, sukar buang air besar, mual, muntah, nyeri perut.
    > Reaksi hipersensitif termasuk ruam kulit.
    > Letih, rasa kantuk, pusing, toksik megakolon.
    Kelebihan dosis: sukar buang air besar, mual, depresi susunan saraf pusat.

  • Risiko obat pada masa kehamilan dan menyusui:
    > Pengaruh pada masa kehamilan: Belum ada bukti yang mengaitkan loperamide dengan cacat bawaan.
    > Pengaruh pada masa menyusui: Belum ada laporan bahwa loperamide terekskresi dalam ASI, tetapi dianggap cukup aman.
         
  • Kelas terapi: Antidiare.
  • Klasifikasi obat: Obat keras (HARUS DENGAN RESEP DOKTER)

 

 

Referensi

MIMS (2019). Lodia.

Alodokter (2018). Loperamide.

Panduan Obat Aman untuk Kehamilan (2009). Kategori Risiko Obat Pada Masa Kehamilan dan Menyusui.