Tips Kesehatan Jika Anda Pecinta Makanan Pedas

Tips Menjaga Kesehatan Jika Anda Pecinta Makanan Pedas

Tips Kesehatan – Bagi Anda pecinta makanan pedas, hidup Anda mungkin akan terasa kurang lengkap jika menyantap lauk-pauk tanpa kehadiran cabai atau sambal untuk teman makan. Sensasi kepedasan dengan muka memerah dan keringat mengalir deras di dahi adalah kenikmatan yang tiada tara. Sayangnya selain nikmat, makanan pedas juga bisa membuat lidah Anda terbakar dan perut juga jadi mulas.

Tapi jangan khawatir, tips di bawah ini bisa jadi cara ampuh mengurangi efek samping tersebut jika Anda adalah pecinta makanan pedas. Apa saja?

 

1. Jangan makan pedas saat perut kosong

Jika Anda berniat untuk makan makanan pedas, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi makanan tersebut saat perut kosong. Perut yang kosong akan kaget jika tiba-tiba diisi dengan makanan pedas. Akibatnya, ini akan menyebabkan asam lambung naik dan membuat Anda sakit perut. Terutama apabila Anda memiliki ulkus lambung, sindrom iritasi usus (IBS), atau gangguan pencernaan lainnya.

Dalam beberapa kasus, mengonsumsi makanan pedas saat perut kosong dapat mempengaruhi atau memperburuk kondisi medis tersebut, dan akan meningkatkan intensitas gejala.

 

2. Perhatikan porsi makan

Bagi sebagian orang, makanan pedas bisa membuat selera makannya meningkat. Tidak jarang, hal ini membuat banyak orang makan makanan pedas dengan kalap tanpa memperhatikan porsi makannya. Oleh karena itu, bagi Anda yang mempunyai riwayat gangguan pencernaan, penting untuk memperhatikan porsi makan Anda saat makan makanan pedas.

Meski begitu, Anda yang dalam kondisi sehat pun sebaiknya juga memperhatikan porsi makan Anda. Pasalnya, segala hal yang berlebihan pasti tidak baik dan bisa merusak. Itu sebabnya, makanlah secukupnya. Jangan makan berlebihan ataupun kekurangan.

 

3. Hindari makan pedas sebelum tidur

Konsumsi makanan pedas sebelum tidur dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang bisa mengganggu tidur Anda. Hal ini disebabkan karena senyawa capcaisin yang terkandung dalam cabai dapat mempengaruhi tidur Anda melalui perubahaan suhu tubuh.

Tidak hanya itu, makan pedas sebelum tidur juga akan meningkatkan risiko refluks asam lambung di malam hari, karena isi perut akan lebih banyak mengalir ke kerongkongan saat Anda berbaring. Hal tersebutlah yang bisa mengganggu tidur Anda. Jika Anda ingin mengonsumsi makanan pedas di malam hari, makanlah minimal tiga jam sebelum tidur.

 

4. Minum susu

Senyawa capsaicin dalam cabai mengaktifkan pelepasan zat P, yaitu senyawa yang memicu rasa nyeri dan sensasi terbakar di mulut juga pencernaan Anda. Sayangnya, air saja tidak bisa mengurangi sensasi kepedasan tersebut dengan baik. Pasalnya senyawa capsaicin berbahan dasar minyak dan tidak akan bisa dihilangkan hanya dengan air. Sebagai gantinya, cobalah minum susu.

Menurut American Chemical Society protein kasein yang terkandung dalam susu mampu mengikat capsaicin dan mengeluarkan senyawa penghasil panas dari mulut, membolak-baliknya melalui sistem pencernaan Anda sehingga membantu mulut Anda jadi lebih dingin. Itu sebabnya, minum susu merupakan cara tercepat untuk meredakan kepedasan dan sensasi terbakar yang muncul di dalam mulut.

 

5. Gosok gigi setelah makan pedas

Gosok gigi setelah mengonsumsi makanan pedas bukan hanya ampuh untuk meringankan sensasi kepedasan, tapi juga bisa membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Makanan pedas membuat mulut Anda panas dan napas jadi tak segar. Oleh karena itu, jangan biarkan sensasi tersebut mengganggu aktivitas Anda.

Anda bisa mendinginkan mulut yang panas akibat mengonsumsi makanan pedas dengan menyikat gigi pakai Pepsodent Action 123 Herbal. Pepsodent Action 123 Herbal mengandung bahan alami daun sirih, garam dan jeruk nipis. Ketiga bahan tersebut membantu Anda memberikan rasa segar sekaligus kesehatan mulut secara keseluruhan.

 

Artikel Asli>

Related Post

6 Kebiasaan Sehat yang Bantu Cerahkan Kulit Kabar6 - Selain tidak sehat, memiliki kulit juga dapat mengganggu penampilan. Karena itulah tidak sedikit orang yang memakai produk perawatan kulit ag...
Daun Ini Sudah Lama dikenal Sebagai Obat Herbal Berbagai Macam Penyaki... Daun tempuyung adalah salah satu jenis daun dari tanaman yang dianggap multifungsi. Tanaman obat herbal satu ini bernama latin Sonchus arvensis L di m...
Sang Istri Mencampurkan Daun Ketumbar dengan “Ini” dan Meminumnya Seti... Manfaat Daun Ketumbar - Kegemukan digambarkan sebagai penyimpanan lemak yang berlebihan di dalam tubuh. Ini membahayakan kesehatan dan pengaruh besar ...
Untukmu yang Dietnya Gagal Terus, Cobain Terapi Diet menggunakan Jeruk... Siapa yang menyangka bahwa diet alami bisa di lakukan dengan jeruk nipis? Yap, di balik rasanya yang masam, jeruk nipis kaya akan sejuta manfaat bagi ...
Jangan Buang Lagi Kulit Pisang! Karena Selain Bisa Memutihkan Gigi, Ku... Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. b...
Kebiasaan Cuci Tangan Itu Baik, tapi Bisa Keliru pada Anak TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua melakukan berbagai cara agar anak mereka tetap sehat. Salah satu kebiasaan baik dan sederhana yang diajarkan sejak dini ...
Tak Disangka! Rumput Teki Ampuh Sebagai Obat Herbal, Tanggulangi Darah... Intisari-Online.com - Rumput teki yang tumbuh liar di halaman rumah biasanya hanya dipotong habis dan dibuang karena dianggap sebagai tanaman liar pen...

Post Author: admin